Tak Punya Anak, Ubah Pola Hidup Anda!

Kompas.com - 10/06/2009, 18:32 WIB

KOMPAS.com - Meski beberapa penelitian menyebutkan ada hubungan antara kesuburan ponsel atau komputer dan kualitas sperma namun berdasar data yang diperoleh Klinik Bayi Tabung MORULA IVF JAKARTA hubungan ini tampaknya belum kelihatan. Artinya, kemungkinan berkaitnya dua hal ini masih kecil.

Demikian disampaikan Dr. Ivan R Sini dalam presentasi yang disampaikannya saat webinar (seminar kesehatan lewat internet) Rabu (10/6) sore ini.

Dalam seminar sejam yang bertajuk "Infertilities in Urban Couples" (Kemandulan pada Pasangan Urban) ini dr. Ivan yang merupakan ahli di bidang kebidanan dan kandungan ini menyebutkan setidaknya 15 persen dari semua pasangan yang baru menikah mengalami masalah soal kemandulan setelah setahun menikah.

Ivan menyebutkan beberapa hal yang menyebabkan seseorang atau pasangan menjadi mandul. Pertama, soal sel telur/sperma. Bisa jadi terganggu kualitasnya akibat gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, alkohol, usia, kegemukan atau terlalu kurus. Kedua, adanya beberapa masalah (penyakit) seperti gangguan pada pelvik dan endometriosis.  

Karena itu, persoalan mendapatkan anak harus diselesaikan dengan beberapa langkah seperti mengubah gaya hidup dari yang tadinya buruk menjadi gaya hidup sehat.

Anda juga sebaiknya berkonsultasi pada dokter yang ahli di bidangnya (ahli kebidanan dan kandungan), dan pilihan yang paling mutakhir adalah menggunakan teknologi reproduktif yang bisa membantu meningkatkan kemungkinan hamil seperti bayi tabung.

Bila usia pasangan antara 35-37 cara seperti ini yang bisa dilakukan di Klinik Bayi Tabung Morula Jakarta, kemungkinan hamil bisa mencapai 46 persen. Umumnya proses ini hanya butuh 55-60 juta rupiah.

Anda perlu tahu bahwa klinik yang dikepalai Dr. Ivan ini sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun. Dr Ivan R Sini sendiri adalah dokter kebidanan dan kandungan yang memiliki pengalaman klinis lebih dari 10 tahun di Australia. Ia pernah mengajar di Adelaide University dan memimpin unit Repromed IVF di Darwin, Australia pada 2004.

Ia juga pernah mendapat penghargaan Australian Young Gynaecologist Award tahun 2005. Saat ini ia mengepalai Morula IVF Jakarta dan menjabat sebagai Wakil Presiden Bundamedik Healthcare System di Indonesia.

Prestasi yang dimilikinya termasuk melipatgandakan hingga tiga kali jumlah siklus IVF (bayi tabung) serta tingkat kehamilan yang terjadi selama 3 tahun terakhir di klinik Morula, Jakarta.

Untuk webinar selanjutnya, daftarkan diri Anda lewat SMS sekarang. Ketik <alamat email kamu> <spasi> IS03ID09 ke +65 98 4 73224. Buruan daftar mendapatkan undangannya! See you in cyber space!

Informasi lebih lanjut silakan kunjungi www.flyfreeforhealth.com atau kirim e-mail ke info@flyfreeforhealth.com!

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau